RSS

BlackBerry: Produksi, Konsumsi, dan Identitas

09 Feb

Abstract: BlackBerry has become a great phenomenon in Indonesia for the last 5 years. The number of users which reaches more than 1 million has made the device a new culture among the Indonesians. For some people, BlackBerry is an inseparable part of their lives and plays role as a symbol of modernity. This research aims to seek the meaning of BlackBerry for its users by applying Stuart Hall’s circuit of culture approach, which is focused on production, consumption, and identity.

 

Keywords: BlackBerry, circuit of culture, production, consumption, identity.

 

Download the full text in Bahasa Indonesia here

or

Mirror

 

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on February 9, 2011 in Just My Thoughts

 

Tags:

2 responses to “BlackBerry: Produksi, Konsumsi, dan Identitas

  1. ras irman

    May 11, 2011 at 12:34 pm

    hai jo!?piye kabare?!anw,nice article….but i have some notes for you…tema nya sudah bagus…tapi (menurutku)…penulisan judul musti statement yang mewakili posisimu….kalo bicara soal produksi,konsumsi,dan identitas…kamu emng bisa ngejelasin secara kritis..tapi kalo sejarahnya yang begitu buanyak..orang udah bisa dapet di blog ato web lain…mending kamu lebih fokus bagaimana BB (indirectly) di produksi di indonesia…misalnya,strategy marketnya yang Bundling dengan perusahaan operator nasional,iklannya di indonesia dsb…konsumsi,contohnya bagus…sudah ngasih public figure,tapi akan lebih baik lagi kalo kamu masuk ke lapangan,misalnya di temui anak SD pake BB….identitas,selain kelanjutan proses dari produksi dan konsumsi,(sekali lagi menurutku jo),mending kamu jelasin posisimu mengkritik BB ini dimana…(kalo aku)bakal menganalisa harga jual BB,kemudian daya beli masyarakat pada umumnya berdasarkan pendapatan perkapita pertahun orang indonesia(check data BPS)…dari situ bisa diketahui,masyarakat kalangan mana yang punya potensi besar membelinya….nah,ketahuan deh kalo BB itu termasuk barang mewah dan identitas seperti apa yang “tersemat”…selanjutnya,mending kamu (lagi-lagi) jelasn posisimu…ini study kuantitatif antau kualitatif?…(menurutku)lebih baik kualitatif…kalo bisa nemu teory baru..pasti terasa lebih menyenangkan…..misal,BlackBerry ialah ponsel hasil propaganda zionis yang ingin menghancurkan aqidah umat muslim di Indonesia….atau Osama Bin Laden merupakan inspirasi Mike.L pra-produksi BlackBerry……bisa aja kan?(ga usah ngomel jo!!)….demikian,comment saya suntuk sementara waktu….oh ya,satu lagi….banyak artikel di Web yang nunjukin kalo salah satu solusi alternatif yang bisa mencegah globalisasi pada teknologi yang semain tanpa batas ialah…civic nationalism…mungkin bisa buat jadi pertimbangan buat kamu….benahi artikelmu,nanti biar jadi credit waktu apply ke Luar….s4LaM sA4i=anN*_K sL4lu….da4ah…

     
    • Pujo Sakti

      May 13, 2011 at 8:42 pm

      well, thnks bwt komennya. ditanggapi gak nih…? hehehe… tak tanggapi aj deh..

      gini, ini penelitian bkn hasil penelitian final, jd emang msh super geris besar semuanya. lagian, karena satu dan lain hal, (udah sy jelasin di bagian intro) paper ini cm berfokus sm 3 aspek dari circuit of culture, itupun masih sangat mentah pembahasannya. oleh karena itu, saranmu untuk masuk ke hal2 spt harga, daya beli masy, dsb itu gak km suruh pun pasti akan terbahas dengan sendirinya jika penelitian itu sudah benar2 dilaksanakan dan dibahas (pissss! ^_^v). makanya, kelihatan banget kan kalau di bagian identitas masih belum bisa terbahas sempurna dan hanya berdasarkan dari fakta interview.

      selanjutnya, masalah history… aku udah bilang, klo penelitian sebenarnya re-duplikasi dari metode penelitian Stuart Hall atas Sony Walkman, hanya saja objek yang diteliti memang berbeda, yg ini BB. nah, oleh karena itu, jika andai saja kamu sudah baca tulisan Paul du Gay bersama Stuart Hall tentang Sony Walkman, km pasti akan tau bahwa history adalah bagian yang tak terpisahkan dari metode circuit of culture. knp? karena tujuan utama circuit of culture sebenarnya adalah menguak makna dan pemaknaan sebuah produk budaya melalui 5 stages of cultural processes, sehingga, kalau boleh beranalogi, ini sama saja dengan mustahil saya bisa tau siapakah seorang irman budi dengan manafikkan sejarah kehidupannya. ya to?

      masalah metode penelitian. aku lupa, tp seingatku aku sudah sedikit menyinggung hal tersebut. tp okelah, mungkin ini memang yg terlewat, kurang jelas mengenai metode, a.k.a kelupaan mbahas. mungkin saking jeniusnya kali ya… hahahahaha… ^^v kidding.. tp klo mau dilihat lagi, metodenya memang kualitatif dengan wawancara beberapa subjek.

      sekarang perkara teori yg lain yg mungkin bisa digunakan…. well, sekali lagi, penelitian ini adalah penelitian yang metodenya co-pas dari metode penelitian om stuart hall. sehingga, kalau mau (kamu) membaca lagi hasil penelitian si om tersebut, maka pasti akan diketahui bahwa si om stuart (sekali lagi) berniat untuk menguak makna dari sebuah produk budaya, oleh karena itu cara yang digunakan adalah sebuah pemaparan alias bercerita a.k.a mendongeng (hal ini sudah disampaikan om Paul du Gay di intro hasil penelitiannya). Oleh karena itu (lagi), tidak diperlukan teori dekonstruktif yang lain sebagaimana yang kamu sebutkan di atas. well, sorry for disappointing yo maaann… piss…

      untuk permasalahan globalisasi dan sebagainya, makasih buat infonya, tp sayangnya aku adalah pendukung globalisasi di bidang teknologi informasi. no offense, but I think it damn cool, man..!!! nah, yg aku tidak mendukung adalah globalisasi budaya dan identitas.. for this, please don’t argue with me. it’s just not the right time. isok dowo mbahase engko…

      anw, thnks bwt komennya, sekali lagi. setidaknya komenmu yg puanjang di atas memberikan aku perspektif lain dimana kekurangan dari paper pendek ini. tak akui, aku kurang memberikan info ttg struktur dan metode dari paper ini, sehingga memungkinkan timbulnya ambiguitas dalam memahami metode circuit of culture pada kajian budaya. Thanks, yo ma maannn….!

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: